1 Bagai rusa berteriak cari sumber air sejuk, demikian pun jiwaku menjerit kepadaMu. Akan Allah abadi hausku tiada terperi. Bilakah tiba waktuku melihatMu, ya Allahku? 2 Siang malam air mataku adalah makananku, kar’na orang menghujatku: Hai, di manakah Allahmu? Dan teringatlah terang, dengan girang dan senang aku pimpin ‘kan mereka masuk ke rumah Allahnya. 3 Apakah sebab ‘kau tunduk dan gelisah, jiwaku? Janganlah ‘kau putus asa, Tuhanlah harapanmu. ‘Kan ‘ku pujilah terus kuasa Allah yang kudus. Kar’na itulah hentikan keluhanmu dan rintihan.
|
|